Patungan Wakaf Lahan Sawah Berorientasi Organik berbasis Masjid di Karawang Jawa Barat

Detail Campaign

Patungan Wakaf Lahan Sawah Berorientasi Organik berbasis Masjid di Karawang Jawa Barat

Rp 5.110.000

terkumpul dari Rp 1.000.000.000

3 Donatur

Hari lagi

Filantropi Islam Profesional yang memiliki legalitas dan izin operasional resmi.

Cerita

4/6/2021

Ketahanan pangan menjadi isu krusial yang banyak diperbincangkan. sebagai Negara agraris, Indonesia memiliki  luas lahan pertanian sebesar  8.087.393 hektar. Namun, penyediaan lahan untuk pertanian  saat ini menghadapi berbagai ancaman seperti persaingan dengan sektor industri, perumahan, dan lainya. Setiap tahunnya lahan pertanian mengalami penyusutan sekitar 1,76 juta hektar.

Dalam islam, wakaf merupakan mercusuar peradaban yang menunjang ketahanan pangan Negara. Berdasarkan catatan sejarah, wakaf produktif ini di contohkan oleh salah satu sahabat terbaik Nabi Muhammad ﷺ, yakni Amirul Mukminin Umar Bin Khattab RodhiyaLlahu ‘Anhu.

Suatu hari beliau mendapatkan sebidang tanah di Khaibar, kemudian Beliau menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah ﷺ ‘Hai Rasulullah SAW, saya mendapat sebidang tanah di Khaibar, saya belum mendapat harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku?’, Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Bila engkau suka, kau tahan (pokoknya) tanah itu, dan engkau sedekahkan (hasilnya), tidak dijual, tidak dihibah kan, dan tidak diwariskan.’ Ibnu Umar berkata lagi: Umar menyedekahkannya (hasil pengelolaan tanah) kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, hamba sahaya, sabilillah Ibnu sabil, dan tamu, dan tidak dilarang bagi yang mengelola (nazhir) wakaf makan dari hasilnya dengan cara yang baik (sepantasnya) atau member makan orang lain dengan tidak bermaksud menumpuk harta.

Jika selama ini kita mengenal wakaf hanya berupa  kebutuhan masjid, madrasah, maupun pemakaman. Maka dari kisah Amirul Mukminin Umar Bin Khattab kita mengetahui bahwa wakaf pertama yang membawa kegemilangan islam adalah wakaf lahan atau wakaf pertanian.

****

Konsumsi beras Indonesia cukup tinggi, yaitu 130 kilogram perkapita pertahun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah masih harus bergantung impor beras dari Negara lain. Padahal, cita-cita Indonesia untuk swasembada pangan sudah digalakan beberapa tahun terakhir.

Lahan wakaf sawah sebenarnya bisa menjadi alternatif solusi untuk mengurangi penyusutan lahan produktif sekaligus dapat mengatasi kerawanan pangan. Mengingat besarnya lahan sawah wakaf yang pengelolaannya tidak optimal bahkan menjadi lahan tidur.

Sebenarnya, dengan adanya wakaf lahan pertanian, maka lahan – lahan wakaf yang tidur dapat dijadikan lahan produktif.  Dengan pengelolaan yang efektif dan efisien, lahan yang menganggur mampu menghasilkan produktifitas yang optimal.

Sebagai Lembaga Amil  Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan Wakaf (LAZISWAF) BaitulMaalKu yang  peduli terhadap kesejahteraan ummat melalui Program Wakaf InovatifKu. Pogram ini dirancang sebagai upaya mengembalikan khittah tanah wakaf sesuai dengan syari’at islam untuk menunjang kesejahteraan petani.

Pada tahap awal, Wakaf InovatifKu telah merilis Project Integrated Farming System (IFS) yaitu sistem pengelolaan pertanian yang memadukan tanaman, peternakan, dan perikanan secara berkesinambungan untuk menekan penggunaan input sintetis sehingga tanah lebih sehat.

Integrated Farming System (IFS)  ini dipelopori oleh tokoh inspiratif, Bapak Sri Darmono, pemilik rumah makan ‘Mas Ihsan’ yang memiliki beberapa cabang tersebar di wilayah Cikampek. Beliau telah membuktikan bahwa IFS ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan ketahanan pangan dan penyusutan lahan. Karena dapat meningkatkan produktifitas tanah, tanaman, serta meningkatkan keuntungan. Dalam satu kali panen, sawah  yang dikelola beliau secara IFS  mampu memproduksi 10 – 15 ton/hektar lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman padi pada sawah kovensional.

Saat ini, BaitulMaalKu secara konsisten telah melakukan sosialisasi program Wakaf InoatifKu: Optimasi pengelolaan lahan sawah wakaf inovatif berorientasi organik untuk meningkatkan produktifitas tanaman dan lahan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat ke Masjid – Masjid di wilayah pantura seperti Karawang dan Subang yang memiliki asset wakaf lahan produktif seperti sawah. Potensi yang dimiliki masjid diwilayah pantura ini sangat besar. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh tim BaitulMaalKu asset sawah wakaf yang dimiliki setiap masjid diwilayah pantura sangat luas mencapai 2 hektar permasjid. Potensi ini tentu dapat menjadi peluang jika pengelolaan yang dilakukan secara efektif dan efesien. Namun, hampir dari seluruh masjid yang dikunjungi pengelolaan lahan sawah wakaf masih bersifat tradisional dengan menyewakan lahan sawah kepada petani yang mengakibatkan fungsi atau kegunaannya tidak optimal.

Padahal menurut Syariat Islam, hukum menyewakan lahan produktif (sawah, kebun, ladang, tambak, dll) adalah haram, pendapat ini diambil dari pendapat terkuat dari pendapat-pendapat yang ada.  Apalagi sawah tersebut adalah asset wakaf yang semestinya dikelola langsung oleh nazhir dan kebermanfaatnya dikembalikan sebesar-besarnya kepada ummat tanpa terkecuali. Dengan disewakan, maka keuntungan pengelolaan sawah wakaf tersebut tentu akan lebih banyak diserap oleh penyewa, bukan masjid, apalagi umat secara umum.

Oleh karena itu, model pengembangan sawah wakaf yang diterapkan Wakaf InovatifKu nantinya dengan skema akad ijaroh (akad kepegawaian) antara masjid sebagai nazhir yang diwakili pengurusnya dengan tim BaitulMaalKu sebagai tim ahli pengelola sawah wakaf. Bukan akad sewa atau kerjasama yang diharamkan oleh Syara’.

Berikutnya, pengembangan pengelolaan lahan sawah wakafnya berorientasi organik diintegrasikan dengan Integrated Farming System (IFS). Input yang akan digunakan dalam budidaya tanaman padi berasal dari bahan organik yang dihasilkan dari IFS existing yang mampu menyuplai 75 hektar sawah. Sehingga penerapan program wakaf sawah ini tidak hanya bermanfaat bagi manusia, tetapi memberikan kontribusi terhadap perbaikan dan keseimbangan ekologi.

Mengingat besarnya potensi yang dimiliki, BaitulMaalKu tidak mampu bekerja sendiri. BaitulMaalKu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, para pemuda, dan masyarakat yang peduli terhadap kesejahteraan ummat dan keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.

BaitulMaalKu dan SahabatKebaikan.org mengajak Sahabat Baik sekalian berkontribusi  menyelamatkan Identitas bangsa sebagai negara yang bertumpu pada pertanian melalui program Wakaf InovatifKu. Dimulai dari Tahap #1 Proyek Pembebasan Lahan Sawah Wakaf Seluas 4 Ha di Karawang. (termin pertama 1 hektare)

Dengan minimal Rp. 100.000,-/m2, kamu bisa menjadi bagian dari proyek besar ini.

Cara Donasinya sangat mudah :

  1. Klik Tombol Donasi
  2. Tentukan Nominal Donasi
  3. Tulis Doa Kamu
  4. Klik Lanjut Pembayaran
  5. Login dengan Akun Google-mu
  6. Pilih Virtual Account Sesuai Bank yang kamu miliki
  7. Salin VA
  8. Transfer melalui m-Banking mu
  9. Voila! Donasi berhasil

Kamu juga bisa berbagi kebaikan kepada yang lain dengan klik tombol “share”.

Terimakasih sahabat baik, sudah menjadi sahabat terbaik untuk semua orang.

Kabar Terbaru

Maaf, belum ada kabar terbaru untuk campaign ini

Donasi (3)

Belum ada donasi untuk campaign ini.